Seminar Parenting

Assalamu’alaikum ayah bunda

Ayah bunda suka bingung nggak sih? Anak – anak cerdasnya dibidang apa? Kok matematika nggak bisa, tapi senag corat – coret?

Setiap individu itu unik loh ayah bunda. Dan otomatis, setiap anak punya kecerdasannya masing – masing. Tapi, masih sedikit orangtua yang paham bagaimana caranya memahami kecerdasan anak dan mengembangkannya sesuai dengan kecerdasannya.

Daripada bingung – bingun, Ayah Bunda bisa ikutan seminar parenting dari Almalia School.

Seminar parenting kali ini akan membahas tentang Hypnosis for Parents (memahami kecerdasan anak dan mengembangkannya dengan pola asuh yang benar). Dengan pembicara Drs. H. Ahman Sutardi CH., CHt., CNLP.

Bertempat di Gedung Mutif Corp, Jalan Soekarno Hatta No. 439. Investasi sampai dengan H-5 adalah IDR 75K per orang atau IDR 130K per pasangan.

Jadi, kalau ayah bunda mau quality time sambil nambah ilmu untuk pengasuhan buah hati, bisa ikut kesini nih. InsyaAllah waktunya menyenangkan dan ilmunya manfaat.

Yuk segera daftar :

Almalia School :

+62 823-2036-2289

Iklan

Parenting Nabawiyah

Assalamu’alaikum, alhamdulillah, akhir pekan kita berjumpa lagi dengan artikel santai dari website kami. Kali ini, kami mendapatkan sebuah wejangan bagus tentang parenting nabawiyah dari Ustadz Budi Ashari, Lc

====================

PARENTING NABAWIYYAH

Oleh : Budi Ashari, Lc.

Lelah mendidik anak? Itu adalah bukti bahwa anda belum menikmati proses dan hasil mendidik anak.

Apakah kita bahagia setelah anak kita sukses (sarjana, dapat kerja, dll)? Itu terlalu lama. Apalagi kalau anaknya banyak.

Anak-anak itu aset. Bukan beban. Anak sholeh yang bisa mendoakan orang tuanya, itu aset. Ketika kita meninggal, maka yang paling berhak mensholatkan kita adalah anak kita. Itu aset. Sholat jenazah itu isinya doa semua. Anak itu kekayaan di dunia dan akhirat.

Rosululloh bersabda: “Kamu (anak lelaki) dan hartamu milik orang tuamu.”

Artinya, walaupun sudah menikah, orang tua punya hak atas harta kita. Anak-anak yang kita dorong untk menghafal Al Qur’an 30 juz kelak di hari kiamat yang mendapat keistimewaan bukan hanya anak itu, tapi juga orang tuanya (mahkota).

Hilangkan anggapan bahwa anak-anak itu beban. Anak-anak kita tidak numpang hidup pada kita. Numpang? Anda sombong. Bayi lahir sudah membawa rezekinya. Yang menjadi masalah adalah kita belum “percaya” pada Alloh.

Tidak ingin punya anak banyak karena biaya pendidikan mahal? Logis. Tapi itu iman belum berperan. Kalau anak adalah aset, maka kita ingin punya sedikit atau banyak?

Apa fungsinya sabar dan syukur kalau bukan untuk bahagia. Tawakkal. Petani itu bahagia saat tanamannya tumbuh baik, padahal belum panen. Saat hujan turun, padahal belum menanam.

Jadi bahagia itu jangan tunggu panen, jangan tunggu sampai anak besar. Asal prosesnya baik. Kalau seperti ini, maka orang tua akan bahagia sepanjang usia anaknya.

Ada masanya ketika orang tua panen raya. Syaratnya, hanya dengan cara Islam. Mendidik anak itu persis seperti menanam pohon. Alloh berfirman dalam QS. 3:35-37, didik anak dengan pertumbuhan yang baik.

Di akhir QS. Al Fath berbicara tentang proses pertumbuhan tanaman hingga ia kokoh. Tapi dalam ayat ini Alloh tidak membahas hingga tanaman tersebut berbuah. Namun hingga tahap ini sudah menyenangkan hati penanamnya.

Alloh berbicara ini (tanaman) ketika Rosul mendidik sahabat-sahabatnya. Dalam surat ini, belum panen saja Alloh sudah memberikan kebahagiaan.

Anak kita yang menanam siapa? Kita. Setiap proses pertumbuhannya kita merasakan bahagia.

Lalu kapan Alloh bicara buahnya? Di QS. Ibrohim: 24-25. Baiknya anak kita nanti, maka itu adalah hak Alloh. Tugas kita adalah menanamnya dengan baik. Semoga kelak Alloh mengizinkan agar hasilnya baik juga.

Tapi ingat, pohon itu kan yang kita konsumsi bukan hanya buahnya. Mendidik anak juga sama. Tetapi itu dengan izin Alloh. Maka didiklah anak kita dengan maksimal. Ikuti caranya.

Dalam sebuah hadits Rosululloh saw menyampaikan bahwa ada sebuah pohon. Dimana Keberkahan pohon itu seperti keberkahan seorang mukmin. Pohon apa itu? Pohon kurma.

Pelajari pohon kurma untuk mendidikan anak kita. Pohon kurma itu berkah, kata Rosul. Kurma itu berbuahnya perlu waktu lama, sekitar 8 tahun. Tapi hasilnya juga sesuai dengan kesabaran kita memetik buahnya.

Sama seperti pohon zaitun yang bisa menopang perekonomian Spanyol. Jika pohon ini baik, maka ia akan lebih panjang dari usia kita.

Pohon ini usianya ratusan tahun. Terus berbuah. Nutrisi kurma berbeda dengan nasi. Sesuai dengan kesabaran menunggunya berbuah.

Yang tumbuh pertama dari pohon kurma adalah thol/ mayang/ bakal buah, tapi perlu dikawinkan dulu. Berdasarkan hasil penelitian, mayang jantan kurma, memiliki warna, aroma, dan fungsi yang mirip seperti sperma manusia.

Mayang, akan tumbuh berwarna hijau (kholal), menyenangkan dari segi pemandangan walau rasanya belum manis. Anak kita pun demikian.

Susui dengan cara yang benar. Usia 3-6 tahun adalah usia yang sangat penting mendapatkan sentuhan dari orang tuanya karena sedang pandai untuk meniru.

Konsep pendidikan yang paling tepat di saat itu adalah keteladanan. Memang belum manis. Tapi kalau anak berperilaku baik dan lucu akan menyenangkan.

Setelah kholal kemudian akan menjadi berwarna kuning. Mulai ada sedikit rasa manisnya. Setiap fase ada warna-warna indah pada anak-anak kita.

Kemudian berwarna merah (balah). Rasanya sudah mulai enak. Kalau sudah usia 7 tahun Nabi perintahkan untk sholat. Dijaga hingga 10 tahun. Evaluasi. Bacaannya. Masih disuruh-suruh atau tidak. Bahkan Nabi memerintahkan untuk memukul dengan pukulan pendidikan. Jika sholatnya baik, yang lainnya akan baik. Dan perjelas status dia laki-laki atau perempuan. Pisahkan tempat tidur mereka. Apalagi dengan orang lain.

Usia 10 tahun seharusnya sudah tidak boleh cium tangan dengan gurunya. Sebaiknya pendidikan dipisah mulai usia 10 tahun. Pelanggaran di tahap ini akan buruk di usia berikutnya.

Tanamkan ilmu agama terlebih dahulu. Bukan ilmu umum dulu. Bacakan ayat-ayat Al Qur’an. Sucikan hati mereka. Ajari ilmu tafsir dan ilmu hadits Nabi. Sesuai dengan QS. Al Jumu’ah: 2. Lalu kemana ilmu eksak? Itu nanti. Ada di dalam QS. Al Baqoroh.

Fase rusyda. Usia baligh. Bicara masalah harta. QS. An-nisaa’: 5 dan 6. Kemampuan menyimpan dan mengembangkan uang dengan baik, dll.

Kemudian kurma itu dari berwarna merah menjadi ruthob. Warnanya coklat. Rasanya manis sekali. Pada saat inilah anak akan berperilaku baik dengan sendirinya karena telah ditanamkan nilai-nilai kebaikan pada fase-fase sebelumnya.

Semoga kelak anak kita menjadi anak yang sholih dan sholihah. Aamiin.

==========

 

MasyaAllah ya ayah bunda yang dirahmati Allah, mendidik dan membesarkan anak yang Allah titipkan merupakan sebuah tugas yang luar biasa yang Allah amanahkan pada kita.

Semoga kita mampu menjaga amanah Allah dengan baik.

Memilihkan sekolah tempat mendidik anak, juga merupakan tugas utama orangtua. Memastikan lingkungannya baik, guru – gurunya baik dan mampu berkolaborasi dengan orangtua agar anak menjadi sosok khalifah Allah yang lurus agamanya.

Almalia School merupakan sekolah berbasis Tauhid dan multiple intelligence di bandung, yang membantu ayah bunda mengoptimalkan perkembangan anak saat orangtua bekerja.

Kami mengundang ayah bunda sekalian berkunjung ke almalia school.

Almalia School:
Permata Buah Batu A-25
Jl. Terusan Buah Batu – Dayeuh Kolot
Bandung 40257

Info :
FB : http://fb.me/almaliaschool
Twitter : http://twitter.com/almaliaschool
Instagram : http://instagram.com/almaliaschool

Contact Person

Almalia School : +62 823-2036-2289
Och@ : 081320776520 (WA, LINE)
Fitri : 081320651324

Biaya Penitipan Bayi Di Bandung

Untuk informasi biaya penitipan bayi di Almalia School cek di sini

Biaya Daycare

Untuk informasi biaya daycare di almalia school cek di sini

Tarif Penitipan Anak Insidensial

Untuk informasi biaya penitipan anak di almalia school insidensial cek di sini

Biaya Playgroup Islam

Untuk informasi biaya playgroup di almalia school cek di sini

Cek pula artikel lainnya seputar almalia school dan parenting di sini

KARNA CINTA TAK BISA DIPAKSAKAN

Siang ayah bunda, menemani siang yang bahagia ini., sambil istirahat, kita baca – baca artikel tentang cinta yuk!!

Tulisan ini dibuat oleh mbak Amalia Sinta.

Yuk langsung kita baca saja

=====

Karena Cinta Tak Bisa Dipaksakan

“Kak, ini adeknya udah lahiir. Kakak harus sayang sama adek yaa..”

“Kak, jangan berisiiik.. dieem.. adek lagi bobo. Awas ya kalo gara-gara kamu ribut terus, adek jadi bangun lagi..”

“Kak, kok adek dipukul sampe jatuh gitu sih? Kamu nakal deh. Kasian kan adek sakit tuh..”

“Mah,, aku gak suka adek. Adek kasihin orang ajah sih..”

♧♧♧

Sering denger kalimat semacam itu terucap moms?

Sering pusing karena anak-anak lebih sering ribut daripada kompak?

Mungkin mereka sedang mengalami SIBLING RIVALRY..

Sibling rivalry adalah perselisihan antar saudara kandung yang diawali dari kecemburuan sang kakak saat adiknya lahir. Perhatian orangtua yang tersedot untuk si adik membuatnya tidak suka akan kehadiran adik barunya.

Biasanya berlanjut jadi tindak pemukulan atau ingin melukai adiknya secara fisik. Bila terus dibiarkan, anak akan tumbuh dengan rasa iri antar saudara. Akan lebih sering ribut daripada kompak. Jika berseteru susah didamaikan. Tidak mudah saling mengakui kesalahan ataupun minta maaf. Bahkan bisa jadi saling dendam sampai dewasa karena kebencian yang terus dipupuk dari kecil.

Jangan remehkan sibling rivalry ya moms. Karena begitu banyak kasus orang dewasa yang selalu bermasalah dengan saudara kandungnya sendiri. Mulai dari masalah remeh sehari-hari, sampai saling tuntut hingga pengadilan karena suatu masalah yang harusnya bisa diselesaikan dengan damai. Semua itu berawal dari sebuah kecemburuan antar saudara yang dikenal dengan sebutan sibling rivalry ini.

Saya yakin sih, pada dasarnya setiap orang tua pasti inginnya berlaku adil kepada semua anaknya.

Tapi saat ada bayi baru lahir, seringkali kita, para ibu, melakukan KESALAHAN ini, yang secara gak sadar, memicu terjadinya sibling rivalry, yaitu:

KESALAHAN 1: MENGHARUSKAN KAKAK MENCINTAI ADIKNYA

Kita seringkali lupa bahwa ‘cinta’ itu gak bisa dipaksain. Dulu jaman gadis, kita juga gak mau kan dipaksa suruh jatuh cinta sama pemuda yang tiba-tiba nongol depan kita?hehe…

Tapi, cinta itu bisa ditumbuhkan kok. Syaratnya, dilakukan secara suka rela, bukan dipaksa. Jadi ya gak akan berhasil, kalau kita suruh kakak ‘harus’ mencintai adiknya. Semakin kita paksa, semakin sebel si kakak ke adiknya.

Yang bisa kita lakukan adalah menumbuhkan rasa cinta itu di hatinya, agar dia menyayangi si adik tanpa paksaan.

Caranya gimana?

Kalau saya bilang gini:

“Kak, tuh adek liatin kakak. Adek senyum. Artinya adek suka sama kakak”

“Kak, nih adek maunya deket-deket terus sama kakak. Artinya adek sayang sama kakak”

“Kak, adek ketawa-tawa terus yah kalo liat kakak ketawa. Artinya adek cinta sama kakak”.

Jadi pesan yang ditangkap oleh kakak adalah:

Dengan adanya adik, bertambah pula orang yang suka, sayang dan cinta sama dia.

Asik kan, siapa sih yang gak suka dicintai?

Ajarkan pula cara mencintai dengan lembut lewat tindakan seperti lebih sering mencium, memeluk, elus-elus rambut kakak sambil bilang:

“Mama sayang kakak nih. Enak kan disayang?”

Inget ya moms,

jangan karena si bayi yang lucu n endut, trus bayinya yang diciumin muluk. Kakaknya yang kurusan dianggurin. Kesian kaan hehe..

KESALAHAN 2:MENUNTUT PENGERTIAN KAKAK

Wanita ituu emang mahluk yang selalu ingin dimengerti ya, bahkan ingin dimengerti sama anak kecil 😁

Ga percaya?

Coba inget-inget deh, pernah ngomong gini gak?

“Kak, dede nangis. Mama nenenin dulu, kakak main sendiri dulu ya.”

“Kak, makan sendiri ya. Mama mau mandiin dede.”

“Kak, mandi sendiri ya. Mama lagi gendong dede.”

Kita suka lupa, pengennya si kakak langsung paham dan ngertiin kalo sekarang mamanya punya dua anak yang harus sama-sama diurus.

Padahal berapa sih usia kakaknya?

Di usia yang begitu kecil, saat sel-sel otaknya masih dalam tahap bersambungan, mana bisa dia paham konsep berbagi ibu. Mana bisa kita meminta dia mengerti.

Makin kecil usianya saat adiknya lahir, makin sulit baginya untuk paham.

Jadi amat sangat wajar kalo kakaknya gak mau berbagi ibu, karena memang kapasitas otak dan emosinya belum bisa memahaminya. Nalarnya belum sampai moms..

Tau gak, gimana perasaan kakak dari kalimat kita itu?

“Huh, apa-apa dede terus. Gara-gara ada dede, aku di nomor duain, gak diurusin, gak ditemenin. Aku sebel. Ternyata punya adek gak enak. Ak gak suka sama adekkuu!”

Itulah yang dirasain anak pertama kita. Cuman dia belum bisa ngungkapin pake kata-kata yang benar. Jadilah rasa sebelnya disalurkan dalam bentuk gangguin adiknya, dijailin, dicubit, dipukul sampe si baby nangis 😭

Jadi solusinya gimana?

Kencan berduaan ajah dengan kakak.

Kalo dulu kencan sama bapaknya, sekarang kencan berdua aja sama kakak. Menikmati waktu berdua aja. Ini efektif lowh mengatasi sibling rivalry. Kakak akan merasakan kembali moment saat ibunya hanya miliknya seorang.

Pergi berdua bisa ke taman deket rumah, main sepuasnya. Atau kalau susah ninggalin si kecil, bisa pergi sekeluarga ke mall. Ayahnya nemenin adik main di playground, ibunya berduaan sama kakak di counter es krim. Suapin, elus-elus, saling bercerita, dengarkan curhat kakak, ketawa-tawa, itu semua akan jadi pengalaman indah bagi kakak.

Bila mommy kerja kantoran dan anak kedua masih baby, ingatlah begitu pulang, masuk ke rumah, peluk dan cium anak pertama dulu daripada adiknya. Karena baby belum bisa cemburu.

Sementara kakaknya bisa sebel banget kalo udah seharian capek nungguin mamanya pulang, eh malah adiknya yang disamperin duluan.

Jadi sabar ya moms, walau pengen segera nenenin si bayi, tapi perasaan kakaknya wajib dijaga.

Bagi yang anak keduanya udah bukan bayi, perlu juga mommy kencan berdua dengan adiknya. Jadi tiap anak punya quality time berduaan ajah sama mommy nya 😉

KESALAHAN 3: MEMBANDINGKAN KAKAK DENGAN ADIKNYA

“Kak, kok makannya lama banget, banyak yang tumpah lagi. Nih liat dede maemnya cepet, udah habis dari tadi”

“Kak kok gitu ajah nangis sih, ni dede yang masih bayi ajah jarang nangis”

Dibandingin gini tuh rasanya ga enak banget lowh moms.

Mau bukti?

Coba bayangin, misal suami kita bilang gini:

“Mah, ini dapet kiriman masakan dari mbak tetangga. Enak banget deh, Mah. Coba mama bisa masak selezat ini”

Apa yang akan terjadi selanjutnya?

_____________sunyi senyap_____________

Atau malah ramai bunyi piringnya dilempar? 😜

Jadi solusinya gimana?

Tahan ucapan yang membandingkan, itu menyakiti hati kakak. Bandingkan dia hari ini dengan dirinya yang kemarin.

Misal:

“Kakak kok maemnya ga habis, kemaren kan kakak pinter makannya, piringnya bersih ga ada sisa makanan”

KESALAHAN 4: PEMBAGIAN WAKTU MAMA YANG BERAT SEBELAH

Sering menyusui, ganti popok, mandiin, jelas menyita banyak waktu mommy. Jadi waktu lebih banyak dihabiskan untuk si baby. Maka kakak merasa dianggurin. Mau main bareng ajah susah banget, ga sempet melulu mamanya.

Nah dia jadi gampang bosen. Akhirnya cari perhatian dengan melakukan hal-hal yang dianggap mengganggu seperti teriak-teriak, lari-lari tanpa henti, gangguin adiknya dll.

Trus solusinya apa?

Libatkan semua aktivitas bersama.

Misal saat lagi main bareng kakak, eh adeknya bangun dan minta nenen. Ya udah itu mainan diangkut ke kasur. Nenenin sambil liatin kakak mainan. Yang penting dia gak merasa ditinggal sendiri.

Si kakak berisik bikin adeknya ga bisa bobo?

Saya akan minta dia kecilkan suara, bukan memarahi menyuruh diam. Tapi yang namanya bocah, ya pasti bakal makin keras lagi kan suaranya.

Kalo udah gitu, saya akan angkat adiknya dan boboin dalam gendongan. Walaupun berisik, asal digendong si baby tetep bisa lelap. Emang disini emaknya lebih cape, tapi ga papa yang penting gak bikin kakak merasa diduakan.

Jangan kuatir, kakak gak selamanya gak mau mengerti. Kalau kita kasih tau dengan lembut, lama-lama dia akan mau untuk tidak berisik saat adeknya tidur. Kalo kita marahin terus, malah kakak akan semakin sulit diajak kerjasama.

Saya biasanya bilang gini:

“Kak, kalau dede bobo, mama kan jadi bisa nemenin kakak main. Bisa ya tolong pelan ngomongnya”

Yang musti diingat, kita gak boleh ingkar janji. Abis ngelonin adeknya, ya beneran nemenin si kakak main. Kalau bo’ong ya jangan harap besoknya kakak mau percaya lagi.

Saat adek mau dimandiin, libatkan kakak dalam menyiapkan handuk dan baju untuk adiknya dengan gembira. Ucapkan terima kasih atas sekecil apapun bantuannya.

Berikan juga aneka permainan sebagai bentuk penyaluran energi kakak, seperti susun lego ataupun balok, main playdoh, menggambar dan mewarnai, apa sajalah yang dia suka dan membuatnya sibuk dalam waktu lama.

Saat papanya di rumah, usahakan papanya lebih sering pegang si bayi. Biar emaknya bisa lebih banyak waktu untuk kakaknya.

KESALAHAN 5: LANGSUNG MENYAPIH KAKAK KETIKA ADIK LAHIR

Khusus jika jarak keduanya sangat dekat sehingga kakak belum lepas ASI, sebaiknya jangan tiba-tiba langsung menyapihnya dan kemudian mengalihkan ASI untuk adiknya.

Dobel kekecewaan akan dialami si sulung. Disapih secara paksa adalah yang membuatnya sedih dan kecewa. Merasa dijauhkan dari hal yang membuatnya nyaman.

Eh kemudian dia lihat adek bayinya dinenenin terus. Makin gak suka lah kakak ama adeknya. Banyak kasus sibling rivalry berawal dari berpindahnya nenen untuk si adik gini.

Jadi solusinya gimana?

– Lanjut ngaASI untuk si kakak. Bisa kok menyusui untuk 2 anak sekaligus. Malah bagus, kakak jadi dapet ASI yang lebih berkualitas.

Bisa browsing “Tandem nursing” ya moms, buat info lebih lengkapnya.

– Lepas ASI secara bertahap. Dikurangi frekuensinya.

Bisa browsing “Weaning With Love” ya buat artikel komplitnya.

KESALAHAN 6: BERSIKAP TIDAK ADIL

Saat mereka berseteru, coba biarkan mereka menyelesaikan masalahnya sendiri. Bila sudah makin menjadi, barulah mommy intervensi. Tapi jangan selalu meminta kakak yang mengalah. Tanyalah duduk permasalahannya dan tanya pendapat masing-masing baru diskusikan solusinya.

Bila membeli mainan, belilah untuk tiap anak. Kalau hanya dibelikan salah satu, mereka akan anggap orangtuanya berlaku tidak adil. Namun untuk mengajari konsep hak milik, belilah mainan yang berbeda. Jadi mereka belajar cara meminjam mainan saudaranya dengan cara yang baik.

♧♧♧

Oya setelah lahiran, banyak teman dan sanak saudara datang menjenguk. Namun hanya Tante saya, yang membawa dua kado, satu untuk baby Marvel dan satu untuk kak Tera. Dan ternyata hal itu amat sangat berarti bagi Tera. Dia bahagiaaaa banget. Karena selama ini semua kado ditujukan buat adeknya. Padahal dia udah smangat slalu jadi petugas pembuka kado 😃

Jadi kalau ada teman atau saudara nanya ke kita mau kado apa, mintalah mereka untuk membelikan kado buat kakak ajah. Baby kan belum ngerti dikasih kado apa engga. Ya syukur-syukur dikasih dua kado hehe..

Anak pertama saya mengalami sibling rivalry selama 3 bulan pertama kehadiran adik bayi. Padahal sejak hamil, si kakak sudah saya ajari untuk elus-elus perut dan cerita enaknya punya adek. Tapi tetep ajah dia merasa iri berat sama adik bayinya.

Setelah saya merenung dan berpikir, saya menyadari letak kesalahan dan memperbaikinya, syukurlah badainya sudah berlalu. Sekarang mereka berdua amat sangat kompak n saling sayang 😍

♧♧♧

Btw bagi yang masih bingung mengatur jarak kelahiran, kalau rekomendasi dari Dinas Kesehatan, jarak antara anak pertama dan kedua adalah 5 tahun.

Agar ibu gak stress karena ada dua balita di rumah dan anak pertama juga udah cukup besar sehingga meminimalisir terjadinya sibling rivalry. Tapi semua dikembalikan lagi ke kesiapan kedua orangtua, kapan waktu yang tepat untuk menambah anggota keluarga.

♧♧♧

Ingatlah moms,

Bila berhasil mengatasi ini,

anak-anak kita akan punya motto:

My siblings are my best friends..

Dan sebaliknya,

Bila gagal, anak-anak kita akan punya motto:

My siblings are my best enemies..

Selamat menumbuhkan kembali

Cinta pertama pada anak pertama yang pertama mengisi hati

Kurangi amarah dan emosi

Perbanyak pelukan dan empati

Dia berhak atas cinta utuh yang sejati

Tak berubah walau adiknya lahir

Tak berkurang walau adiknya bertambah

Jadilah seperti matahari

Yang sinarnya tak kan habis

Tuk menyinari berapa banyak pun yang di bumi

Bersinarlah dengan cinta dari hatimu

Cinta yang terus merekah

Untuk berapapun anak yang ada di rumah..

💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖

PELUKAN BERDAMPAK DAHSYAT BAGI KESEHATAN FISIK DAN JIWA

Artikel ini kami dapat dari Facebook Yayasan Kita dan Buah Hati. Semoga bermanfaat 🙂

Berbagai penelitian membuktikan bahwa pelukan adalah bentuk terapi yang sangat efektif. Bukan hanya pada orang yang sedang memiliki luka batin, tapi bagi siapa saja.
Virginia Satir, psikoterapis yang mendapat julukan “ibu terapis keluarga” mengatakan bahwa untuk bertahan hidup saja, manusia membutuhkan 4 pelukan perhari. 8 pelukan perhari diperlukan untuk memperbaiki, dan 12 pelukan perhari untuk tumbuh.

Bagaimana hal ini bisa terjadi?

Pelukan memberi stimulus pada otak kita untuk menghasilkan oksitosin di pusat emosi otak untuk memunculkan rasa puas, penuh, dan berharga, serta mengurangi rasa cemas, takut, dan kesepian.
Selain pelepasan oksitosin berdampak pada menurunnya kortisol, reseptor sentuhan di bawah kulit juga memberi perintah pada otak untuk menurunkan kortisol, yaitu hormon stres yang mempromosikan rasa sakit dan negatif pada tubuh. Akibatnya, kelembaban kulit lebih terjaga, sistem saraf bekerja lebih efektif, dan mengatur kesehatan tubuh menjadi lebih baik.

Pelukan juga merangsang kelenjar thymus, kelenjar yang mengatur dan menyeimbangkan produksi sel-sel darah putih sehingga kita tetap sehat dan bebas penyakit.

Pelukan yang lebih lama (3-20 detik) dapat meningkatkan serotonin yang bermanfaat memberikan rasa bahagia. Sebuah studi dari University of North Carolina menemukan bahwa wanita yang memeluk pasangan mereka selama 20 detik memiliki tekanan darah yang lebih rendah.

Anak saya atau saya ga suka dipeluk nih.. bukan tidak suka. Menikmati pelukan adalah kebutuhan primitif semua makhluk yang tergolong “animalia”, termasuk manusia. Mungkin hanya soal waktu 🙂 Ayo praktekan ayah bunda, di weekend ini. Ditunggu share cerita menariknya ya. 🙂

Kami di Yayasan Kita dan Buah Hati, hampir setiap hari mendapat pelukan dari orang di kursi sebelah 😀 Terasa banget deh manfaat pelukan. Mau jadi anggota keluarga kami? Klik link www.kitadanbuahhati.co/karier ya

Tim Yayasan Kita dan Buah Hati
#BrainBasedParenting#ykbh

*****

Ayah Bunda mencari sekolah untuk putra – putrinya?

Kami mengundang ayah bunda sekalian berkunjung ke almalia school.

Almalia School:
Permata Buah Batu A-25
Jl. Terusan Buah Batu – Dayeuh Kolot
Bandung 40257

Info :
FB : http://fb.me/almaliaschool
Twitter : http://twitter.com/almaliaschool
Instagram : http://instagram.com/almaliaschool

Contact Person

Almalia School : +62 823-2036-2289
Och@ : 081320776520 (WA, LINE)
Fitri : 081320651324

Mengoptimalkan Kecerdasan Balita pada Masa Golden Years

Pada masa golden years pembentukan sistem saraf secara mendasar sudah terjadi. Pada masa ini terjadi hubungan antara sel-sel sraf tersebut. Kuantitas dan kualitas sambungan ini menentukan kecerdasan balita.

Pada masa ini perkembangan otak terjadi secara keseluruhan pada keempat bagian otak, termasuk pada masing-masing belahan otak. Belahan otak inilah yang akan menyimpan kemampuan-kemampuan anak yang berbeda, yakni pada belahan otak kanan maupun kiri.

Otak kiri berhubungan dengan tangan, kaki dan tubuh sebelah kanan. Otak kiri terutama mengendalikan aktivitas yang bersifat: teratur, berurutan, rinci, sistematis, misalnya : membaca, menulis, menghitung.

Sedangkan otak kanan berhubungan dengan tangan, kaki dan tubuh sebelah kiri. Otak kanan terutama mengendalikan aktivitas yang bersifat : berfikir divergen (meluas), imajinasi, ide-ide, kreativitas, emosi, musik, spiritual., intuisi, abstrak, bebas, simultan.

Oleh karena itu, jika kita menginginkan anak dengan kecerdasan multipel latihlah kedua tangan, kaki, mata, telinga kanan dan kiri sama seringnya setiap hari, terutama sampai umur 3 tahun, agar otak kanan dan kiri berkembang optimal.

Kalau hanya melatih tangan kanan, maka fungsi otak kanan tidak berkembang optimal, sehingga anak tidak trampil berfikir divergen (meluas), rendah daya imajinasinya, kurang kreatif, kurang mampu kendalikan emosi, kurang berjiwa seni, spiritual, intuisi dan abstrak.

Anak yang kidal, latihlah ia menggunakan kedua tangan dan kakinya sama seringnya. Jangan paksakan ia menggunakan tangan kanan saja, karena otak fungsi otak kanannya akan kurang berkembang.
Adapun tahapan perkembangan kemampuan balita usia 1 hingga 3 tahun diantaranya adalah:

  • Usia 13-15 bulan balita sudah berminat pada gambar, mengambil mainan sendiri, berjalan sendiri, berceloteh dan mampu meniru kegiatan orang lain.
  • Usia 16-18 bulan balita sudah mengicapkan kata-kata yang lebih banyak, dapat menemukan maianan yang disembunyikan, dan mengerti fungsi benda.
  • Usia 19-24 bulan, balita sudah memehami konsep sederhana bentuk benda seperti segitiga dan persegi, menyebut nama senbdiri serta mengucapkan satu kaliam
  • Usia 2-3 tahun, balita biasnya sudah dapat mencocokkan bentuk,membangun dan menghbungkan balok, berpakian sendiri dan semakin memahami kata-kata orang lain.

Kemampuan ini harus dioptimalkan dengan cara stimulai. Stimulasi akan mempengaruhi pertumbuhan sinaps (proses sinaptogenesis), yang membutuhkan banyak sialic acid untuk membentuk gangliosida. Ini penting untuk kecepatan proses pembelajaran dan memori.

Kebutuhan stimulasi bermain meliputi berbagai permainan yang merangsang semua indera (pendengaran, penglihatan, sentuhan, membau, mengecap), merangsang gerakan kasar dan halus, berkomunikasi, emosi-sosial, kemandirian, berpikir dan berkreasi. Kebutuhan stimulasi bermain sejak dini akan besar pengaruhnya pada berbagai kecerdasan anak (multipel inteligen).

Selain stimulasi, yang juga penting adalah faktor nutrisi. Dengan nutrisi yang lengkap dan seimbang sejak di dalam kandungan sampai umur 3 tahun, akan semakin banyak jumlah sel-sel otak bayi, semakin bagus kualitas percabangan sel-sel otak, dan semakin bagus fungsi hubungan sinaps antara sel-sel otak bayi dan balita.

Salah satu nutrtisi yang penting bagi perekembangan otak adalah Asam amino. Asam Amino akan membentuk struktur otak dan zat penghantar rangsang (zat neurotransmitter) pada sambungan sel syaraf.

Tyrosine dan Triyptophane merupakan asam amino penting, karena sebagai bahan baku pembuat neurotransmitter katekolamin dan serotonin yang mempengaruhi pengendalian diri, pemusatan perhatian (konsentrasi), emosi dan perilaku anak. Vitamin B6 penting untuk enzim otak. Kekurangan zat besi dan yodium akan menyebabkan rendahnya kecerdasan. Seng dibutuhkan untuk pembelahan dan kemampuan membran sel-sel otak (Adv.)

Sumber : Ibudanbalita.com

Kebutuhan Nutrisi Untuk Anak Aktif

Meski semua jenis zat gizi mutlak dibutuhkan dalam proses tumbuh kembang anak, ada beberapa jenis zat nutrisi yang perlu mendapat perhatian khusus untuk mendukung performa anak yang aktif bermain dan berolahraga, yaitu:

– Karbohidrat
Asupan karbohidrat merupakan sumber energi utama tubuh atlet cilik Anda. Mencukupi konsumsi karbohidrat juga berguna  untuk memelihara kestabilan emosi, sehingga tak mudah tumbang ketika menghadapi suasana pertandingan yang kompetitif. Sumber karbohidrat terbaik adalah nasi merah, roti gandum, pasta yang terbuat dari tepung gandum whole wheat, juga buah-buahan yang mengenyangkan seperti pisang.

– Protein
Zat gizi yang satu ini amat diperlukan untuk membentuk dan memperbaiki sel-sel otot yang rusak. Protein bisa diperoleh dari bahan makanan hewani, kacang-kacangan, dan susu serta berbagai produk olahannya. Meski mencukupi kebutuhan protein dalam menu makan sehari-hari amat penting, hindari pula mengonsumsinya secara berlebihan.

Overdosis protein bisa meningkatkan risiko dehidrasi dan kekurangan kalsium. Ujung-ujungnya, konsumsi protein secara berlebihan bisa membahayakan kesehatan ginjal. Jumlah yang dibutuhkannya dalah sekitar 1- 2 gram protein per berat badan.

– Kalsium
Kalsium membantu menguatkan tulang, sehingga mampu menyangga tubuh dengan baik. Tulang yang kuat amat penting bagi atlet untuk menghalau risiko tulang retak akibat melakukan latihan dengan intensitas berat ataupun terkena benturan. Sumber kalsium yang baik antara lain adalah susu dan produk olahannya seperti keju dan yogurt, serta sayuran berdaun hijau pekat seperti brokoli, bayam, dan lain-lain.

– Zat besi
Makanan kaya zat besi seperti daging, kacang-kacangan, sereal yang sudah difortifikasi, dan buah bit, penting untuk memelihara stamina tubuh. Zat besi berguna mendistribusikan oksigen ke seluruh tubuh sehingga asupan cukup zat gizi ini akan membuat atlet cilik Anda tahan banting, tak mudah lelah. Mencukupi kebutuhan zat besi terutama penting bagi anak gadis Anda yang telah memasuki masa menstruasi.

– Vitamin C & E
Kedua jenis vitamin ini besar perannya dalam memperkuat sistem imunitas tubuh. Kala berolahraga, tubuh mengeluarkan energi lebih besar daripada ketika menjalani aktivitas biasa, sehingga memerlukan dukungan daya tahan yang kuat agar tak lekas jatuh sakit.

Vitamin E juga bersifat antioksidan dan membantu melancarkan proses distribusi oksigen ke seluruh tubuh. Vitamin C banyak terdapat pada buah-buahan seperti kiwi, stroberi, dan jeruk, sedangkan vitamin E bisa diperoleh dengan konsumsi kacang-kacangan, biji-bijian, mentega, dan telur.

– Vitamin B
Secara umum, golongan vitamin B berperan penting dalam metabolisme tubuh, terutama dalam proses pelepasan energi kala beraktivitas. Beberapa jenis vitamin yang tergolong dalam kelompok vitamin B juga berperan penting dalam pembentukan sel darah merah. Sumber utama vitamin B berasal dari susu, gandum, ikan, dan sayur-sayuran hijau.

 

Sumber : Parenting.co.id

Manfaat Menemani Anak Belajar

Assalamu’alaikum ayah bunda, kali ini kami akan membagikan artikel tentang manfaat menemani anak belajar. Artikel ini kami dapatkan dari majalah ummi online.

Sahabat Ummi, terkadang kita sibuk dengan kesenangan pribadi, sementara ada hak anak yang harus dipenuhi, salah satunya adalah perhatian dalam bentuk menemani mereka belajar. Ketahuilah, ada beberapa manfaat luar biasa yang didapat dari kegiatan rutin ini, antara lain:

1. Menumbuhkan rasa emosional yang hangat antara orangtua dan anak

Menemani anak belajar membuat kepekaan dan rasa empati antara anak dengan orangtua menjadi lebih dalam.

2. Menumbuhkan kecerdasan bagi orangtua

Orangtua yang menemani putra-putrinya belajar pasti akan dituntut untuk ikut belajar memahami soal yang dikerjakan buah hatinya. Disela mengerjakan soal biasanya sang anak menanyakan beberapa pertanyaan yang sulit diterima olehnya, maka dari mencoba mengingat pelajaran yang sudah pernah kita lalui saat masih sekolah dapat  mengasah kembali ilmu pengetahuan serta menumbuhkan kecerdasan serta wawasan orangtua.

 

Baca juga: Jangan Remehkan Aktifitas Bermain pada Anak

 

3. Mengetahui kelemahan dan kelebihan anak

Terbiasa menemani anak belajar akan membuat orangtua mudah menangkap kelemahan dan kelebihan anak. Misalnya sang anak lemah dalam urusan matematika atau berhitung, tetapi ia mahir dalam menggambar.

4. Menjaga mood anak tetap baik

Anak-anak yang sering belajar bersama orangtuanya akan memiliki mood yang baik, bahkan sampai ia akan tidur dan setelah bangun tidur. Mood yang baik dapat meningkatkan semangat anak bersekolah di pagi harinya.

5. Mengarahkan anak

Saat belajar bersama, orangtua dapat mengarahkan hal-hal bersifat positif pada anak karena biasanya pada beberapa kesempatan sang anak berceloteh tentang kesehariannya di sekolah, menceritakan kenakalan temannya, dan sejenisnya. Saat itulah orangtua dapat memberikan arahan yang baik bagaimana anak harus menghadapi hari-hari mereka.

6. Mengurangi kenakalan negatif pada anak

Hampir semua anak yang sering belajar serta bermain bersama orangtua mereka, memiliki sifat yang lebih hangat, ceria, tidak banyak membuat ulah, serta lebih mudah dinasehati. Hal-hal seperti itu dapat mengurangi kenakalan dini pada anak-anak yang bersifat negatif karena pada dasarnya anak-anak sangat aktif sehingga terkadang kita mendefinisikan mereka nakal.

 

Sumber : ummi-online.com

Ayah, Hadirlah Untuk Anakmu di 7 Waktu Ini

Dalam sebuah hadits, Rasulullah Muhammad SAW pernah bersabda, “Seorang ayah yang mendidik anak-anaknya adalah lebih baik daripada bersedekah sebesar 1 sa’ di jalan Allah.”

Nabi pun mencontohkan, bahkan ketika beliau sedang disibukkan dengan urusan menghadap Allah SWT (shalat), beliau tidak menyuruh orang lain (atau kaum perempuan) untuk menjaga kedua cucunya yang masih kanak-kanak, Hasan dan Husain. Bagi Nabi, setiap waktu yang dilalui bersama kedua cucunya adalah kesempatan untuk mendidik, termasuk ketika beliau sedang shalat.

Saat ini banyak keluarga di Indonesia yang kehilangan figur ayah. Ayah sudah berangkat kerja saat pagi buta, ketika si kecil masih tidur. Ketika ayah pulang malam hari, sering kali anak sudah tertidur.

“Tak heran jika anak ditanya, ‘Bagaimana ayahmu?’, jawabnya, ‘Auk, ah gelap’. Karena memang mereka hanya bertemu waktu gelap, saat dini hari dan tengah malam,” kata Bendri Jaisyurahman, salah satu penggagas Komunitas Sahabat Ayah.

Minimnya keterlibatan ayah dalam pengasuhan membuat anak mengalami beberapa masalah psikologis. Di antaranya, anak yang rendah harga dirinya, anak laki-laki yang cenderung feminin dan anak perempuan yang cenderung tomboy, anak yang lambat dalam mengambil keputusan, serta anak yang cenderung reaktif. Termasuk juga, maraknya generasi alay.

Lalu bagaimana idealnya peran seorang ayah dalam pendidikan anak? Menurut Bendri setidaknya ada 7 waktu yang perlu diluangkan ayah untuk anaknya.

1. Pagi hari

Ayah bisa memulai dengan membangunkan anak. Luangkan 5 menit untuk bermain atau mendengar cerita anak mengenai mimpinya.

2. Siang hari

Luangkan 5 menit saja untuk menelepon anak di siang hari. Mulailah dengan cerita ringan mengenai aktivitas ayah di kantor dan pancing anak untuk bercerita mengenai kegiatannya hari itu.

3. Malam hari

Sediakan waktu untuk bermain serta mendengar cerita anak mengenai aktivitasnya seharian. Beri komentar dan arahkan anak secara positif. Malam hari merupakan waktu yang efektif untuk menanamkan budi pekerti dan sikap-sikap yang baik.

4. Liburan

Saat hari libur, ayah bisa secara total melakukan aktivitas bersama anak. Tidak harus pergi berlibur, bisa juga dengan mencuci mobil bersama, memancing, pergi ke toko buku. Aktivitas tersebut akan menciptakan ikatan yang kuat antara ayah dan anak.

5. Di kendaraan

Saat mengantar anak ke sekolah atau ke tempat lain, terutama jika menggunakan mobil, tersedia kesempatan untuk ngobrol dengan buah hati. Selipkan nasihat, misalnya mengenai pentingnya berkendara dengan santun, menghormati hak orang lain, mengikuti aturan lalu lintas, dan lain-lain.

6. Saat anak sedih

Saat anak mengalami kesedihan, ia membutuhkan tempat untuk curhat dan menyampaikan keresahan hatinya. Jika ayah mampu hadir dalam situasi ini, anak tidak akan melabuhkan kepercayaan pada orang yang salah. Karena pahlawan bagi anak adalah mereka yang ada di dekat mereka, menghibur, mendukung dan menguatkan ketika mereka sedih dan mengalami masalah.

7. Saat anak unjuk prestasi

Luangkan waktu untuk hadir saat anak mengikuti lomba atau tampil di panggung. Kehadiran ayah dan ibu dalam momen itu merupakan bentuk pengakuan akan kemampuan anak. Tepuk tangan, foto, dan rekaman yang dibuat ayah atau ibu akan menjadi kenangan yang terus mereka bawa hingga besar nanti.

Hal yang perlu diperhatikan, anak tidak hanya butuh ayah, namun juga ibu. Sebagaimana pepatah Arab, al-umm madrasatun, ibu adalah sekolah bagi anak. Maka, ayah kepala sekolahnya. Ayahlah yang bertanggung jawab agar ‘sekolah’ tersebut berjalan dengan baik dengan menyediakan sarana dan prasarana, mengambil peran, serta membuat instrumen evaluasi. Sedangkan ibu menjadi sumber ilmu, hikmah, dan inspirasi bagi anak dalam proses tumbuh dan berkembang.

Jika masing-masing fungsi tersebut tidak dijalankan dengan baik, pengasuhan anak akan menjadi ‘pincang’. Minimnya keterlibatan ayah, membuat anak cenderung penakut dan lambat mengambil keputusan. Sementara jika peran ibu yang hilang dalam rumah tangga, anak cenderung mengedepankan logika, tapi tidak memiliki kepekaan.

Sumber : ummi-online.com